Life Style Internet 5 Mitos Tentang Enkripsi yang Tidak Seharusnya Dipercaya

5 Mitos Tentang Enkripsi yang Tidak Seharusnya Dipercaya

48
BERBAGI

Kamu mungkin sudah sering mendengar kata-kata Enkripsi, tapi taukah kamu bahwa terdapat beberapa mitos tentang enkripsi? dalam pembahasan ini kamu akan mengetahui beberapa mitos tentang enkripsi yang seharunya tidak kamu percaya.

Bagi orang yang awam dengan enkripsi mungkin yang mereka pikirkan adalah enkripsi sesuatu yang sangat complex, sangat spesifik dan berbagai hal lainnya. Tetapi enkripsi sebenarnya simple saja, maksudnya merubah data menjadi kumpulan karakter random yang sering disebut ciphertext, merubahnya kembali menjadi data dan informasi yang bisa dikenali dan dilakukan oleh user yang telah ditentukan dan memiliki deskripsi key. Salah satu contoh dari key, passphrase, password atau PIN.

1. Hanya Digunakan pada Perusahaan Besar

Data yang kita miliki bahkan data yang berisikan informasi basic, masih tetap bisa dicuri dan disalah gunakan bahkan dijual oleh para scammer. Jadi untuk menjaga informasi pribadi kita tetap terjaga privasinya maka kita perlu memanipulasinya sehingga tidak mudah diketahui oleh orang lain. Salah satunya disaat kita online atau terhubung ke internet dan ingin memberikan data informasi pribadi, pastikan website menggunakan SSL/TSL.

vpn secure connectionSebenarnya, enkripsi sesuatu yang sangat penting lebih dari yang kamu pikir. Bayangkan saja, jika Apple pada tahun kemarin menyatakan sudah menjual 700 juta iPhone, maka mungkin saja terdapat 101 juta pengguna untuk USA saja dan jika para penggunanya sadar akan keamanan maka mereka akan mengaktifkan passcode locks. Fitur tersebut adalah bentuk enkripsi yang mana jika pengguna yang tidak sah mencoba untuk mengakses kontak, foto,Twitter, maka pencuri tidak akan bisa melakukannya tanpa passcode yang benar.

2. Cukup Sulit Mengimplementasikannya

Kamu mungkin saja berfikir jika menggunakan iPhone adalah cara paling mudah untuk mengimplementasikan enkripsi dan berfikir akan sulit melakukannya di Android? apalagi PC, cukup mustahil untuk diterapkan.

BitLocker-About-EncryptionMemang, kesulitannya bergantung kepada variasi dari mobile OS, tetapi tidak terlalu sesulit yang kita bayangkan. Bagi pengguna Windows 10 Mobile bisa mengakses Settings > System > Device encryption untuk mengaktifkan fitur tersebut, sedangkan Android Lollipop sudah aktif secara default kecuali kamu memiliki versi Android dibawahnya. Pada dasarnya manufaktur smartphone telah menyadari dan menambahkan fitur keamanan tersebut di perangkatnya smartphone.

Bagaimana dengan PC dan Laptop? Tidak terlalu sulit dan cenderung mudah, contohnya yang menggunakan Windows 8.1 dan Windows 10 sudah dibekali secara default dengan cacatan telah dihubungkan ke Microsoft Account, untuk mengetahuinya sudah aktif atau belum, klik Settings > System > About dan perhatikan pada menu Bitlocker Setting.

3. Tidak Perlu Enkripsi jika Menggunakan Factory Reset

Contoh kasus kamu menjual smartphone atau laptop dan perangkat lainnya, merupakan hal baik tentunya, selain mengurangi sampah elektronik dirumahmu hal tersebut tentunya mendapatkan uang dari barang lama tersebut. Tetapi jika barang bekas anda gunakan tersebut berada pada orang yang salah, maka bisa mengetahui banyak hal dari data dan informasi kamu. Hal tersebut adalah permasalah yang terjadi disaat kita menjual hardware bekas kita gunakan.

Mitos Tentang EnkripsiKebanyakan orang akan beranggapan dengan melakukan Factory Reset Smartphone mereka, maka semua data dan informasinya akan hilang dengan sempurna. Pada banyak kasus, tidak semua data dan informasi dihapus. Orang yang memili perangkat kamu mungkin saja mereka tidak bisa mengembalikan dan mengetahui data-data beserta informasi kamu, tetapi jika seorang kriminal yang memiliki dedikasi dan bermaksud untuk mendapatkannya mereka bisa melakukannya.

Jadi jika berkeinginan untuk menjual perangkat smartphone atau laptop dan perangkat lainnya, pastikan untuk menginsktipsi data terlebih dahulu dan kemudian lakukan Factory Reset atau tidak menginginkan perangkat tersebut sama sekali, maka hancurkan saja, bakar atau hancurkan dengan palu.

Exception pada iPhones: Benar-benar akan menghapus semua data di saat melakukan Factory Reset.

4. Enkripsi Berdampak Pada Peformance

Pada sedikit kasus saja hal tersebut bisa dibenarkan, tetapi pada banyak kasus kamu tidak perlu mengkawatirkan hal tersebut, kamu tidak perlu kawatir tentang peformance, karena pada banyak hal tersebut akan diabaikan, keamanan lebih penting dari pada peformance.

Red Router iconSebenarnya, manufaktur sudah mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh penggunanya, tentunya tidak akan mereka abaikan begitu saja. Secara general, enkripsi level-disk akan merdampak besar kepada peforma melebihi level-aplikasi, tetapi dengan menggunakan medium sampai high-end processor yang sudah support Interl Advanced Encryption New Instructions (AES-NI) yang didesain untuk meningkat kecepatan untuk menggunakan enkripsi key, di klaim dapat meningkatkan kecepatan dari proses enkripsi dan deskripsi.

5. Enkripsi 100% Aman

Jangan salah, enkripsi cara yang tepat untuk mengamankan informasi pribadi, tapi tidak menutup kemungkinan kebocoran data, enkripsi hanyalah permulaan yang tepat untuk mengamankan informasi dan data.

hacker-keyboardBelakangan ini kita sudah banyak mendengar kabar bahwa banyaknya terjadi pencurian data yang terjadi selang beberapa bulan saja, contohnya 32 juta account twitter dicuri, 42 juta Gmail credential, 360 juta email dan password MySpace.

Kelemahan utama dari enkripsi adalah tempat dimana kita menyimpan key enkripsi tersebut, seperti yang disebutkan oleh Edwar Snowden:

“Properly implemented encryption does work… If you have a centralized database of keys, that is a massive target. We’ve got to focus on end points, we’ve got to focus on the keys, [make them] more defensible.”

Apakah Enkripsi Worth It?

Pastinya. Enkripsi tentunya tidak mutlak, tapi sesuatu yang sederhana dan dalam sebagian besar kasus merupakan cara yang efektif untuk menjaga informasi pribadi.

Bagaimana pendapatmu tentang pembahasan ini (mitos tentang enkripsi) Apakah kamu mengenkripsi perangkat atau device kamu? atau kamu dengan sengaja menon-aktifkannya? Let us know in the comments below.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here