Berita Teknologi Kata XL Soal Data Pelanggan yang Registrasi SIM Card

Kata XL Soal Data Pelanggan yang Registrasi SIM Card

5
BERBAGI

Jakarta – Operator seluler ramai-ramai menyatakan dukungan terhadap pemberlakuan registrasi pelanggan seluler prabayar. Sebab, kebijakan ini dinilai mereka akan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat.

XL Axiata (XL) memandang bahwa registrasi tersebut dapat mengatasi persoalan yang sejak kemarin masih jadi pekerjaan rumah bagi operator untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya. Terutama agar data pelanggan lebih baik dan akurat.

“Kami telah menjalin kerjasama dengan Direktorat Kependudukan & Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Melalui kerjasama tersebut akan membantu XL Axiata melakukan pendataan pelanggan secara lebih valid, sehingga jika kartu pelanggan hilang atau digunakan untuk penipuan atau tindak kejahatan, XL Axiata bisa lebih cepat dan mudah menindaklanjutinya,” klaim CEO XL Axiata Dian Siswarini dalam pernyataannya, Jumat (13/10/2017)

Dian menyatakan, registrasi yang sesuai dengan identitas resmi juga akan membuat data pelanggan yang tercatat di XL menjadi lebih berkualitas. Itu karena identitas pelanggan dijamin keakuratannya oleh Kementerian Dalam Negeri.

Dengan kewajiban melakukan validasi ke database e-ktp/Dukcapil, XL juga bisa mengetahui identitas pelanggan dengan baik sehingga layanan-layanan keuangan berbasis teknologi selular terjamin keabsahannya. Menurut XL itu bisa membantu pemerintah mendorong program Financial Inclusion.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan seluler prabayar yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di KTP dan Kartu Keluarga (KK). Kewajiban tersebut terhitung mulai 31 Oktober 2017 dan paling lambat pada 28 Februari 2018.

Cara registrasi kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#Nomor KK#. Sementara itu, bagi pelanggan prabayar XL bisa melalui cara lain, yakni ke https://www.xl.co.id/registrasi.

Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP–el) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dapat berhasi.

Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi ini dikatakan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan, terutama pelanggan prabayar sebagai komitmen melindungi konsumen dan untuk kepentingan national single identity. (fyk/fyk)

BACA DI DETIK.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here