Berita Teknologi Mahasiswa Unair Bikin Alat Penurun Kadar Logam Berat pada Kerang

Mahasiswa Unair Bikin Alat Penurun Kadar Logam Berat pada Kerang

BERBAGI

Mahasiswa Unair Bikin Alat Penurun Kadar Logam Berat pada Kerang

TEMPO.CO, Surabaya – Lima mahasiswa Universitas Airlangga di Surabaya menemukan inovasi untuk menurunkan kandungan logam berat pada kerang agar aman dikonsumsi. Biota laut ini dikenal kaya gizi, namun menyerap logam berat yang berbahaya seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), dan merkuri (Hg).
“Kami membuat alat yang bisa untuk menurunkan kadar logam berat tersebut,” ujar ketua tim, Oktavia Arini Zuhriastuti dalam siaran pers, Senin, 19 Juni 2017. Alat itu diberi nama PUMMACH (Depuration Mini Machine) yang mudah dioperasionalkan di kalangan nelayan.
Okta menjelaskan, seseorang berisiko mengalami keracunan, diare, hingga pingsan mendadak jika mengkonsumsi kerang yang terpapar timbal. Makanan yang terpapar cadmium (Cd) bisa berisiko merusak hati, paru-paru, dan ginjal. “Sedangkan makanan yang terpapar merkuri (Hg) bisa menyebabkan rusaknya jaringan kulit hingga saraf,” ujarnya.
Baca: ITB Pamerkan Karya Inovasi Teknologi Dosen dan Mahasiswa
Tim mahasiswa Unair itu terdiri dari Oktavia Arini Zuhriastuti (S1 Budidaya Perairan, 2014), Moch. Yazid Abdul Zalalil Amin (D3 Higiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, 2014), Luqmanul Hakim (S1 Pendidikan Dokter Gigi, 2014), Ria Setiawati (S1 Pendidikan Dokter, 2014) dan Abdul Hamid (D3 Otomasi Sistem Instrumentasi, 2015).
Dalam melakukan riset, tim mahasiswa bermitra dengan nelayan di Sidoarjo, Jawa Timur. Di sentra penangkapan kerang di Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, mereka menularkan pengetahuan kepada masyarakat nelayan tentang bagaimana menurunkan kadar logam berat pada kerang menggunakan mesin PUMMACH buatannya.
Mesin PUMMACH terdiri dari berbagai komponen yang membutuhkan energi listrik. Yakni kotak kontainer, pompa air, sinar UV, filter air, flow meter, pipa kran, dan rak kontainer. Untuk mengoperasikannya, nelayan harus mengecek kran untuk memastikan jalur di luar aliran tertutup rapat. “Kerang dimasukkan ke dalam rak kontainer setelah menyalakan semua komponen seperti sinar UV dan filter air,” jelas Oktavia.
Baca: Mahasiswa UNAIR Temu Pembasmi Bakteri Toilet dari Daun Sirih
Proses itu merupakan bagian dari upaya depurasi alias proses pelepasan kontaminan oleh jenis kerang-kerangan dari saluran pencernaan menggunakan media air bersih. Selama 24 jam, kerang dibuat puasa sampai mengeluarkan logam berat yang ada dalam saluran pencernaannya.
Mesin PUMMACH mampu menampung 10 kilogram meskipun ukurannya tergolong kecil. Selain itu, alat ini mampu penurunan logam berat pada kerang hingga 40 persen. “PUMMACH juga mensterilkan kerang dari bakteri seperti salmonella, campylobacter, shigella, cholerae dan virus seperti norovirus, hepatitis A, dan astrovirus.”
Mesin bikinan mereka lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Teknologi (PKM-T) dan mendapatkan pendanaan dari Kemenristekdikti tahun 2017.
ARTIKA RACHMI FARMITA

Baca di Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here