BAGIKAN

Liputan6.com, Jakarta – Seorang pilot Prancis bernama Bruno Vezzoli menyeberangi selat Inggris (English Channel) dengan sebuah mobil terbang.

Di bawah langit biru yang jernih, Vezzoli meluncurkan mesin terbangnya itu ke landasan pacu di dekat Calais, Prancis. Kemudian, mobil tersebut meluncur ke sisi lain selat dan perlahan-lahan terbang tinggi, di bawah sebuah parasut raksasa berwarna putih.

"Menurut saya itu sangat berisiko, seperti kendaraan bermesin lainnya, bisa saja terjadi kecelakaan. Biasanya mobil mendarat di tanah, kali ini harus melakukan pendaratan laut," kata Vezzoli sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip dari Reuters, Jumat (16/6/2017).

Mobil terbangVezzoli pun berhasil terbang dengan jarak 59 km (36 mil) sebelum mendarat di dekat pelabuhan Dover di Inggris. Mobil tersebut terbang dengan ketinggian 3.000 meter di atas tanah.

Mobil terbang yang digunakan Vezzoli dalam petualangannya diberi nama Pegasus. Dalam mitologi Yunani, Pegasus adalah kuda yang memiliki sayap.

Nah, mobil terbang miliknya itu digagas oleh Jerome Dauffy, seorang pengusaha yang terinspirasi oleh Alberto Santos-Dumont dan Louis Bleriot dari Brasil yang berhasil melakukan penerbangan melintasi selat untuk pertama kalinya pada 1909.

"Industri otomotif dan aeronautika lahir sekitar satu abad lalu, dan baru sekarang kami menggabungkan keduanya (dalam mobil terbang)," kata Dauffy.

Mulanya, Dauffy memiliki ambisi membangun mobil terbang yang bisa berkeliling dunia dalam jangka waktu 80 hari.

(Tin/Isk)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Baca di liputan6.com

Tinggalkan Balasan